Berfikir Positif

Agustus 13, 2008

Sungguh aneh, saya banyak melihat orang yang sudah merasa tahu segalanya. Tidak mau mendengar orang lain, tidak mau mencoba yang baru, tidak terbuka dengan pikiran atau gagasan baru. Orang seperti ini merasa apa yang ada dalam pikiran sudah lengkap dan tidak perlu ditambah. Saat diberitahu oleh seseorang dia akan membantahnya dan mengatakan “Ah, itu kan cuma…..” Apakah Anda seperti itu? Bagaimana dengan milyuner Donald Trump?

Alhamdulillah, karena Anda terus membaca, berarti Anda bukanlah orang yang merasa serba tahu. Selamat Anda memiliki pikiran terbuka untuk membaca artikel ini. Pikiran seperti inilah yang akan membuat Anda menjadi lebih sukses, seperti yang dikatakan dalam salah satu bukunya:

Selalu tetap terbuka terhadap gagasan-gagasan, informasi, dan kesempatan baru. Jangan tutup pikiran Anda terhadap hal-hal baru, mengira bahwa Anda telah mengetahui apa yang perlu Anda ketahui.

Hal ini sangat berkaitan dengan berpikir positif. Orang yang memiliki pikiran positif, akan selalu terbuka dibanding orang yang memiliki pikiran negatif. Orang yang pesimis merasa dia sudah tahu segalanya, sehingga saat dia menghadapi kesulitan, dia merasa tidak ada lagi yang bisa dilakukan. Sementara orang yang berpikiran positif, saat dia menghadapi kesulitan, dia tahu bahwa dia belum mengetahui cara mengatasi kesulitan tersebut. Dia akan berusaha untuk mencari tahu caranya.

Sekali lagi, Donald Trump menekankan akan pentingnya berpikir positif.

Sangat penting sekali untuk berpikir positif. Pemikiran negatif khususnya tentang diri Anda sendiri dan tentang prospek kesuksesan Anda, akan membunuh fokus Anda dan menghancurkan kesempatan apa pun yang Anda miliki untuk sukses.

Kata siapa yang penting bertindak? Anda tidak akan bertindak dengan benar tanpa diawali oleh pikiran positif terlebih dahulu. Bukankah dalam kehidupan Anda, bisa dilihat bahwa banyak orang yang bertindak dan bekerja tetapi jauh dari sukses? Bertindak memang sangat penting, tetapi tindakan seperti apa? Tindakan yang benarlah yang akan membawa Anda kepada keberhasilan.

Donald Trump bisa berhasil bukan karena beruntung dilahirkan dari keluarga kaya. Dia pernah jatuh pada tahun 90-an, dia bukan hanya kehilangan banyak uang tetapi menyisakan utang milyaran dolar Amerika. Namun dia bisa bangkit karena kekuatan berpikir positif. Saat media memberitakan semua kebangkrutan dan kehancuran para pebisnis properti, Donald Trump tetap bisa bertahan dan kembali sukses seperti saat ini. Ini yang dikatakannya:

Saya tetap bersikap positif (sikap positif adalah hasil dari pikiran positif – pen) dan saya berkeliling kota berbicara dengan orang-orang dan meyakinkan mereka untuk bersikap positif – para bankir, pejabat kota, arsitek, dan kontraktor. Saya memberi mereka harapan bahwa segalanya akan pulih kembali. Sebagai seorang pengembang, itu adalah tugas saya.

Saya benar-benar percaya dalam kekuatan berpikir positif.

Apakah Anda sudah berpikir positif?

copy paste dari http://www.motivasi-islami.com/


Yang Tersayang

Agustus 11, 2008

Eh balik lagi… :D judule Mbois yo?? hehhe

Pernahkah kamu merasakan menyayangi seseorang sepenuh hatimu dengan tidak pernah mengharapkan apapun darinya?? kayaknya gak mungkin dech.. minimal kamu pasti mengharapkan dia untuk menyayangimu juga…. ya gak?? he he .. beberapa saat yang lalu, eh dulu sich, aku menyayangi seseorang yang selalu dekat denganku, dengan sedikit harapan dia mau membalas perasaanku. semua ku ungkapkan kalau aku sangat menyayanginya, tiada jawaban pasti darinya sampai sekarang. Setiap yang kuharap darinya membuat sakit hatiku karena seoalah tak terbalas, tapi aku juga tak bisa untuk melupakan dan menyakitinya. waktu terus berjalan hidupku juga harus terus berlanjut walaupun tanpa jawaban yang sesuai aku inginkan. kamu tau kenapa dia tidak memberikan jawaban padaku?? tau gak hayoo??? enggak kan?? lawong aku juga gak tau.. ehehehehehe.. capek dech!!

Tapi pernahkah terpikir sebelumnya oleh kita, menjaga sebuah ikatan tali kasih sangatlah sulit daripada mendapatkannya. Menjaganya ikatan tali kasih juga membutuhkan banyak pengorbanan. kalau kita tidak siap untuk berkorban bisa dipastikan akan ada yang dikorbankan.

Nada cinta selalu ada senandung lembut
yang menggetarkan setiap kalbu
kala rasa itu menjemput
terjawab dalam dentingan jiwaku

cinta, indah dan nikmat sampai tetes terakhir
bagai embun pagi memercik setetes air
sukmaku, sukmamu menari dalam keceriaan
energimu energiku bersatu dalam kehidupan

untuk seluruh umat cukup cinta yang satu
karena setetes cinta mampu
menggetarkan hati yang batu
hingga melembut bagai salju.

Tak perlu ada kata untuk ungkapkan rasa
semua ada dan nyata di bola matamu
kala matamu mengikat mataku
rasa itu sampai kedalam kalbu


Mau Jadi Apa

Agustus 11, 2008

Setiap hari dengan semangat membara membawa sebuah alasan untuk menjadi seoarang yang mampu dan siap untuk menghadapi masa depan yang mandiri. Dalam setiap detik aku merasa berbuat sesuatu yang terbaik untuk apa yang telah aku lakukan. tapi terkadang itu belum seberapa dan tidak pernah dianggap sama sekali. Setiap hari aku lakukan sepenuh hati untuk mereka…,walau terkadang mengurangi waktu istirahatku, namun apa yang aku dapat belum terlihat hasilnya.

Hal yang sering terpikir di benakku, apa sebenarnya yang harus aku lakukan untuk benar-benar menjalankan sesuatu dan memetik sebuah keberhasilan. Sebenarnya bukan keberhasilan dimata mereka tujuanku tapi minimal apa yang kulakukan dapat menambah semangatku untuk melakukan hal-hal selanjutnya. Jujur aku ingin pergi jauh dari semua ini, aku tak ingin berlama lama dalam keadaan seperti ini!! tapi apa daya…. sementara hanya disinilah aku merasa kemampuanku bisa kuterapkan walaupun tak berarti…. Aku merasa hasilku sudah maksimal dan tidak bisa berbuat apa apa lagi, cuma itu-itu aja yang aku bisa. Sementara di luar sana banyak hal-hal baru yang terus berubah.

Itulah yang aku rasa saat ini, mungkin hal ini terpicu dari keadaan tempat dimana aku bekerja sekarang. Setiap inovasi dan ide yang pernah aku kemukakan dianggap gak pernah ada hasilnya , Semua usulan yang aku berikan tak pernah dianggap, tapi kalau aku menjalankan apa yang mereka inginkan dan mengalami kegagalan pada akhirnya aku jualah yang mempertanggung jawabkan semua..! KenaPa??

Sebenarnya aku juga merasa bingung MAU JADI APA aku seperti ini, ada sesuatukah yang menungguku didepan sana? secara nyata tidak ada, yang ada hanya apa yang sudah menjadi tanggungjawabku akan aku lakukan semampuku. Kami sebut ini “PENGABDIAN” semoga berguna bagiku kelak!!!!!


Semangat dan Optimis

Agustus 3, 2008

Untuk memberikan sebuah rasa optimis dan selalu semangat beberapa hari ini aku membaca buku-buku yang memberikan aku motifasi. Dari yang aku baca aku ingin menuliskan disini mungkin akan berguna bagi saya maupun yang membaca blog ini. Jarang sekali seorang pencari kerja dalam kesempatan pertama akan langsung mendapatkan pekerjaan. dan jarang sekali orang yang berdagang dalam kesempatan pertama langsung untung besar bahkan bisa dipastikan tidak ada pedagang yang selalu untung atau tidak pernah merugi sekalipun. Sangat sedikit orang yang berhasil dalam kesempatan pertama. namun banyak yang berhasil dalam kesempatan berikutnya. Orang yang Otimis berani mencoba lagi sedangkan orang yang pertimistis menyerah pada nasib. Orang yang Optimis mungkin pindah haluan seperti pedagang buah yang pindah menjadi pedagang beras. Ketika berdagang buah, lebih banyak ruginya, tapi dia tidak menyerah dan mencari jalan baru. Sedangkan orang pesimis langsung memutuskan untuk berhenti total.
Sangat besar perbedaan antara orang yang optimis dan orang yang pesimis dalam melihat kehidupan ini. Orang yang optimis memandang kegagalan terjadi pada dirinya disebabkan oleh sesuatu hal yang dapat diubah sehingga mereka yakin dapat berhasil dimasa mendatang. Sebaliknya Orang yang pesimis menerima kegagalan sebagai kesalahan sendiri atau menyalahkan orang lain.


Orang Pintar

Juli 29, 2008

Akhir2 ini aku sering berfikir mengenai banyak hal terutama tentang kesuksesan dan keberhasilan, semua timbul karena kondisi pekerjaan dikantor yang semakin tak kumengerti. mungkin karena aku yang tidak bisa menyesuaikan atas kondisi tersebut. Atau karena aku yang tidak pintar menghadapi semua kondisi itu. Dalam benakku muncul pertanyaan Apakah yang disebut orang pintar?? dan apakah aku sudah pintar?? ( orang pintar yang kumaksud bukan DUKUN / Paranormal ) Beberapa saat sebelum aku menulis ini aku sempat ngobrol dengan temen-temen dimana yang kami bahas mengenai banyak hal dan salah satunya adalah mengenai orang pintar. Maklum kami dikantor bisa dibilang orang yang kurang kerjaan jadi ya banyak ngobrolnya :) . Menurutku kalo orang pintar itu dilihat pada masa-masa pendidikan di SD, yang mana disana akan kelihatan bakat masing-masing individu, karena kebanyakan saat itu belum terkontaminasi pergaulan dan lingkungan. ( herannya temen2ku kok meng iyakan aja, apa karena gak tau juga, apa karena tidak ingin beda pendapat denganku? wah kacau, jadi sok pintar dech aku :D ). Setelah tak pikir-pikir kayaknya enggak juga dech.. malah kayaknya salah besar, berhubung aku masih penasaran, akhirnya aku mencoba searching di internet lewat bang google, keywordnya “Orang Pintar” banyak juga sich yang bang google kasih tunjuk ke aku. disana aku banyak masuk ke situs/BLOG dan bahkan ada yang nyasar ke situs porno :D hehehe… dari Googleing itu masih belum kutemukan jawaban atas apa yang aku cari. namun dari yang aku baca sedikit menambah pengetahuanku.

Orang pintar dalam masyarakat kita itu yang dianggap adalah hanya dokter, insinyur, Sarjana, dan ahli hukum. ( berarti Bill gate -Microsoft-,Dell,Hendri-Ford-,Thomas Alfa Edison, Liem Siu Liong -BCA group-.Adalah orang-orang Bodoh (karena tidak pernah dapat Sarjana)

Ahli filologi, ahli hermeunetika, ahli aktuaria, atau ahli ornitologi secara umum belum dianggap pintar. Paling hanya diakui oleh khalayak ramai maupun sepi sebagai sarjana, pokoknya terpelajar. Iya sih, soal istilah. Kalau “pakar burung” mungkin langsung mematuk peta persepsi orang karena ada kata “pakar” yang mencerminkan ekspertisi.

Jadi, siapa orang pintar? Bloggers? Mereka mah orang-orang usil sok tahu, kurang kerjaan pula. :D hehehe..

Orang bodoh akan sulit dapat kerja,
akhirnya dia berbisnis.
karena dia Bodoh Agar bisnisnya berhasil,
tentu dia harus rekrut orang Pintar agar berhasil.
Walhasil Bosnya orang pintar adalah
orang bodoh.

Tapi saat bisnis orang bodoh maju,
orang pintar akan menghabiskan waktu
untuk bekerja keras dengan hati
senang,sementara orang bodoh
menghabiskan waktu untuk bersenang-
senang dengan keluarganya.

memang dari hasil serching yang aku lalukan tidak kutemukan jawaban apa itu orang pintar, dan malah jadi bingung dan timbul pertanyaan lagi, enak jadi orang bodoh apa orang pintar ya?? dan aku ini orang bodoh apa orang pintar??. sebenarnya saya malah setuju mengenai orang pintar adalah di salah satu iklan TV “Orang PINTAR Minum Tolak Angin” hehehe..

Berikut saya juga mengutip dari sebuah situs yang saya baca :

Kaum terpelajar-cerdas yang dikontrak dalam jangka pendek dapat melayani klien yang lebih luas, sehingga baik secara finansial maupun secara kepuasan profesional, semuanya lebih besar. Mereka bisa memberikan kontribusi yang lebih besar kepada masyarakat karena tidak terbelenggu oleh satu organisasi tertentu.

Begitulah salah satu kecenderungan yang terjadi di Indonesia dewasa ini. Kecenderungan ini sejalan dengan sejarah tenaga kerja di Eropa maupun di Amerika. Sebab pada tahun 2000 saja, jumlah tenaga kerja yang bekerja secara kontraktual di Eropa tercatat lebih dari 50% tenaga kerja, dan di Amerika lebih dari 43% tenaga kerja. Mereka ini adalah tenaga kerja dengan spesialisasi keahlian yang spesifik dan karenanya tidak mampu dipekerjakan oleh perusahaan formal yang selalu mencari cara untuk mengurangi biaya dan memaksimalkan keuntungan. Akibatnya, mereka mendirikan usaha konsultansi sendiri dan melayani klien yang beraneka ragam.

Jadi kecenderungan ini menunjang usaha-usaha perusahaan untuk reducing cost and maximizing profit. Ini tidak mungkin bisa dihalang-halangi. Akan makin banyak orang terpelajar-cerdas yang sulit mencari pekerjaan tetap dan harus mendirikan perusahaannya sendiri.

Apakah semua orang pintar akan mendirikan usaha sendiri? Tidak juga. Sebagian lagi memilih untuk masuk ke pasar dunia. Mereka tidak lagi melihat Indonesia sebagai sebuah ”pembatas”, karena bagaimana pun teknologi informasi telah membuat dunia menjadi borderless, tanpa batas yang tegas. Sejumlah pilot Indonesia memilih bekerja di perusahaan penerbangan Thailand. Sejumlah insinyur hebat memilih Malaysia sebagai tempat berkarya. Dan sejumlah dosen yang mumpuni, mengajar di universitas-universitas terkemuka sekitar Asia Tenggara dan Australia.

Lalu, apa yang ”tersisa” di perusahaan-perusahaan kita saat ini? Apakah tidak ada karyawan terpelajar-cerdas yang masih menjadi orang gajian?

Tampaknya masih ada dua kelompok besar yang bertahan menjadi karyawan di perusahaan-perusahaan kita. Kelompok pertama adalah mereka yang memiliki kecerdasan rata-rata saja. Meski pun mereka lulus dengan indek prestasi komulatif di atas 2,75, kecerdasan mereka tidak nampak dalam dunia kerja. Mereka hanya senang disuruh dan diperintah. Mereka tidak menunjukkan proaktivitas yang memadai untuk memperkembangkan diri lewat proses belajar berkelanjutan dari situasi-situasi kehidupan kerja sesehari. Inilah kelompok karyawan mayoritas yang jumlah populasinya mungkin 80% dari total karyawan.

Kelompok kedua adalah sarjana-sarjana cerdas-berbakat yang hanya menggunakan sebagian saja dari kecerdasannya dalam bekerja. Pada satu sisi mereka tidak memiliki pemimpin visioner yang mau mempercayai dan memberdayakan mereka untuk mengerjakan tugas-tugas yang lebih menantang, seperti merintis unit bisnis yang diperkirakan cocok dengan potensinya (dengan risiko gagalnya, tentu). Dan pada sisi lain mereka sendiri tidak menumbuhkan keberanian yang cukup untuk keluar dari zona kenyamanannya, sehingga bersedia menerima imbalan finansial yang lebih kecil asal ”pasti”. Mereka mengorbankan kecerdasan dan bakat mereka untuk kenyamanan semu yang memabukkan.

Saya hanya berusaha mencari jawaban dari pertanyaan yang ada dalam benakku. Walaupun sedikit melenceng dari judul, mungkin dari searching saya ini akan bermanfaat dan bisa memotivasi kita untuk lebih maju dan berkreasi tanpa harus selalu memikirkan apa yang menjadi kekurangan kita. Dan mungkin bisa melengkapi kekurangan yang ada dalam diri kita. AMIEN


Pesan mama…

September 1, 2007

ibuku pernah bilang ke aku : Diamana kita memberi sesuatu untuk orang lain tidak lain dan tidak bukan adalah kita sedang menabung yang kelak akan kita petik hasilnya PASTI!!!. ibarat menanam buah walau mungkin kita tidak sempat memetik buahnya anak cucu kitalah yang akan menuai hasilnya.. ( “diartikan olehku sendiri dari apa yang diucapkan ibuku”). ASAL CERITANYA

Pada suatu zaman, cieee…. dulu ( dulu zamanku ) kira kira seingatku dulu aku masih di bangku SD kelas 5 SDN Tambakrejo Kebumen. pada saat itu aku aku masih sangat imut2 dan aku adalah orang paling ganteng sedunia ( “kata ibuku sich” ) karna dia selalu bilang anakku sing ganteng ganteng dewe :) hehehe….

Saat seusiaku itu rasa ingin tau dan bertanya tentang apa yang terjadi disekelilingku lumayan tinggi. Aku sangat heran (“mungkin utk sekrang”) karena setiap hari selalu ada orang dari luar daerah yang tinggal disebelah rumah. dia hampir setiap hari kerumah, Makan,minum,mandi dsb. (“seperti layaknya dirumah sendiri lah”) selalu dan selalu saja. Aku melihat dia “ANEH” karena akuaku gak tau asal muasalnya dan maklumlah aku kan anak anak. Suatu hari aku menanyakan kepada ibuku

Maone : yung biyung, (“Panggilan IBU dalam bahasaku”) sapa sih kae bendina madang adus ,kadang ya turu nang kene? nangapa sih yung? (“Ibu ibu siapa sih dia kok setiap hari makan mandi dan kadang tidur disini? kenapa sih bu?”)

IBU : le tole , gini kamu liat dan kamu ingat, yang sering makan disini dan selalu kesini adalah dia. Tapi sebenarnya aku tidak sedang memberi makan ke orang itu, tapi aku sedang memberi kamu dan semua anak anakku. karena suatu saat nanti dimana kamu berada dimana kamu berpijak kamu pasti akan dikasih makan oleh siapa saja yang kamu temui.. dan setiap kamu berpijak..

aku hanya termenung tidak mengerti dengan apa yang diucapkan ibuku..

LALU KEMUDIAN SETELAH ITU

hari berganti hari tahun berganti tahun. setelah lulus SMP aku pindah sekolah ke SLTA di malang ikut kakak perempuan aku..! suatu ketika aku ada masalah dengan kakak aku. Entah mengapa pada saat itu aku memutuskan untuk pergi dari rumah kakak (“Egois kali”). tapi itu pilihan yang aku ambil tidak tau benar atau salah.karena aku takut bilang ke ortu, aku tetep bialang kalo aku ada di rumah kakak.

Hari pertama aku pigi dg tdk membawa pakaian and apapun kecuali peralatan sekolah, sepulang dari sekolah aku diajak temenku kerumahnya (“baru pertama kalinya kesana”)

Singkat cerita :

sore hari enggak tau ada apa dan kenapa aku dipanggil mbah temenku. dia bilang gini.. le le… koen nango kene ae, turu dek karpet, mangan mangan iwak ilat.

(“kamu tinggal disini saja tidur karpet dan makan seadanya.”)

Kesimpulan :

Aku jadi teringat apa yang dikatakan ibuku…… benar dan emang PASTI!!, akhirnya aku ikut keluarga itu sampai aku lulus dan sempat kerja setahun! kurang lebih 3 tahun laaaah!!

by mawan

Cerita ini nyata dan tidak dibuat buat walau ceritanya tidak terarah, maklum bukan penulis.