ibuku pernah bilang ke aku : Diamana kita memberi sesuatu untuk orang lain tidak lain dan tidak bukan adalah kita sedang menabung yang kelak akan kita petik hasilnya PASTI!!!. ibarat menanam buah walau mungkin kita tidak sempat memetik buahnya anak cucu kitalah yang akan menuai hasilnya.. ( “diartikan olehku sendiri dari apa yang diucapkan ibuku”). ASAL CERITANYA
Pada suatu zaman, cieee…. dulu ( dulu zamanku ) kira kira seingatku dulu aku masih di bangku SD kelas 5 SDN Tambakrejo Kebumen. pada saat itu aku aku masih sangat imut2 dan aku adalah orang paling ganteng sedunia ( “kata ibuku sich” ) karna dia selalu bilang anakku sing ganteng ganteng dewe
hehehe….
Saat seusiaku itu rasa ingin tau dan bertanya tentang apa yang terjadi disekelilingku lumayan tinggi. Aku sangat heran (“mungkin utk sekrang”) karena setiap hari selalu ada orang dari luar daerah yang tinggal disebelah rumah. dia hampir setiap hari kerumah, Makan,minum,mandi dsb. (“seperti layaknya dirumah sendiri lah”) selalu dan selalu saja. Aku melihat dia “ANEH” karena akuaku gak tau asal muasalnya dan maklumlah aku kan anak anak. Suatu hari aku menanyakan kepada ibuku
Maone : yung biyung, (“Panggilan IBU dalam bahasaku”) sapa sih kae bendina madang adus ,kadang ya turu nang kene? nangapa sih yung? (“Ibu ibu siapa sih dia kok setiap hari makan mandi dan kadang tidur disini? kenapa sih bu?”)
IBU : le tole , gini kamu liat dan kamu ingat, yang sering makan disini dan selalu kesini adalah dia. Tapi sebenarnya aku tidak sedang memberi makan ke orang itu, tapi aku sedang memberi kamu dan semua anak anakku. karena suatu saat nanti dimana kamu berada dimana kamu berpijak kamu pasti akan dikasih makan oleh siapa saja yang kamu temui.. dan setiap kamu berpijak..
aku hanya termenung tidak mengerti dengan apa yang diucapkan ibuku..
LALU KEMUDIAN SETELAH ITU
hari berganti hari tahun berganti tahun. setelah lulus SMP aku pindah sekolah ke SLTA di malang ikut kakak perempuan aku..! suatu ketika aku ada masalah dengan kakak aku. Entah mengapa pada saat itu aku memutuskan untuk pergi dari rumah kakak (“Egois kali”). tapi itu pilihan yang aku ambil tidak tau benar atau salah.karena aku takut bilang ke ortu, aku tetep bialang kalo aku ada di rumah kakak.
Hari pertama aku pigi dg tdk membawa pakaian and apapun kecuali peralatan sekolah, sepulang dari sekolah aku diajak temenku kerumahnya (“baru pertama kalinya kesana”)
Singkat cerita :
sore hari enggak tau ada apa dan kenapa aku dipanggil mbah temenku. dia bilang gini.. le le… koen nango kene ae, turu dek karpet, mangan mangan iwak ilat.
(“kamu tinggal disini saja tidur karpet dan makan seadanya.”)
Kesimpulan :
Aku jadi teringat apa yang dikatakan ibuku…… benar dan emang PASTI!!, akhirnya aku ikut keluarga itu sampai aku lulus dan sempat kerja setahun! kurang lebih 3 tahun laaaah!!
by mawan
Cerita ini nyata dan tidak dibuat buat walau ceritanya tidak terarah, maklum bukan penulis.
April 18, 2008 pukul 3:27 am |
Awal yang baik untuk memulai menulis tentang sesuatu,by the way and busway…aku jadi tahu filosofi tentang memberi dan menerima. Ada juga orang tua yang menganjurkan kalo kita makan sesuatu, entah nasi atau lainnya..kalo bisa menyisakan sedikit dari makanan tersebut, walaupun kita sendiri kadang sayang kalo gak dihabiskan. Tapi menurut mereka dari yang sedikit itu pasti ada maknanya di suatu hari kelak.
In the end….sampe sekarang walaupun aku kadang menyisakan sedikit makanan di piring…tapi sampai saat ini belum tahu maknanya dalam hidupku. Atau mungkin sudah aku dapat tapi tidak aku rasakan, atau karena aku jarang2 menyisakan makannya gak pernah dapat maknanya…
Juli 22, 2008 pukul 7:02 pm |
hehehe.. bisa aja..